Jumat, 30 September 2016

Fufufu

Kadang aku bingung pada diriku sendiri. Kenapa aku sulit melepaskan perasaanku? Aku merasa aku gak sanggup lagi buat bertahan sama sikapnya. Tapi, aku gak mau ngelepasnya; ngelepas perasaanku padanya. Rasanya sakit sekali, makin hari dia makin berubah. Dia bukan 'dia' yang aku kenal, yang dulu menyayangiku. Seberapapun sayangnya, aku yakin, perasannya sudah bukan seperti dulu. Saat dia mengejarku, saat dia mulai tau aku lebih dalam, saat dia makin yakin pada ku. Aku tau aku sering melakukan suatu kesalahan kecil, yg membuat kesalahan itu menumpuk untuknya. Dan kali ini mungkin diapun muak.
Jelas aku menyesal. Iya aku tau semua karna aku. Tapi, bukankah dia juga berperan? Dia juga membuat kesalahan? Kali ini aku gak mengetahui perasaanku. Kamu tau? Sering kali aku menangis hanya karna mengingat sikap kamu:( kamu tau rasanya punya pacar tapi, seakan kamu hanya berpacaran pada status. Aku tau aku sangat menaruh perasaan padamu, tapi aku jg tau aku egois. Aku juga ingin seperti pasangan lain. Yg memiliki waktu banyak denganmu. Aku merasa sedih sekalii, kamu lebih milih temantemanmu dibanding aku. Aku apa untukmu?

Kamis, 04 Agustus 2016

:)

Bukan seberapa lama dia jd milik ku. Bukan juga seberapa banyak waktu yg udh kita laluin.
Ini soal hati.
Bagaimanapun juga, dia yg selama ini bisa berada dihatiku. Dia yg selama ini selalu buat aku tertawa; bahkan menangis.
Itu wajar.
Cinta butuh perasaan.

Kadang, aku merasa tak di anggap keberadaannya.
Kau tau? Rasanya tak di anggap penting, padahal kamu selalu memprioritaskan dia.
Kau tau? Rasanya di sepelekan?
Kau tau? Aku tak pernah menyepelekanmu, cintamu, bahkan hal hal kecil tentang mu?

Kau yg tak paham atau aku yg berlebihan?

Lalu, setelah perasaanku sakit, aku harus apa? Melepaskanmu?
Tidak segampang itu sayang.
Atau tetap bertahan pada komitmen kita?
Aku gak bisa jalani komitmen dengan begini.

Buat apa aku bertahan kalau memang aku bukan org penting dalam hidupmu?

Aku paham. Kau akan mudah melupakanku. Tapi aku gak begitu.

Kau tau rasanya? Saat masih ada komitmen, tapi bertemupun kau tak melihatku. Aku tau itu saat kita sedang bertengkar. Dan aku bisa membayangkan gimana yg akan terjadi saat kita pisah.

Kau tau? Saat bertengkar, aku inginsekali, kau segera menyelesaikannya. Aku yakin km sudah dewasa sekarang. Pemikiranmu jauh lebih dewasa dari aku. Tapi, sadarkah kamu? Saat bertengkar, aku hanya ingin kamu segera menyelesaikannya bukan menghindar.

Kalau aku gak mencoba bicarakan masalahnya, apa yg akan kamu lakukan?
Apa kamu mau terus terusan begini? Bertemu seperti tak kenal. Pulang tanpa pamit. Tak ada obrolan apapun seharian, padahal kita bertemu.
Kau tau? Saat kau bilang tak ingin bercanda disekolah? Apa ada hati yg kamu jaga? Padahal dulunya kamu yg bilang iri melihat org pacaran. Siapa hati yg kau jaga? Lalu bagaiman dgn hatiku? Kau tau sakitnya seperti apa saat itu? Apa posisiku di hidupmu?
Hanya sekedar seorang disaat kamu bosen?
Aku bukan cewe yg kamu bisa perlakuin seperti ini.

Aku lelah.

Kamu tau? Tujuanku tak membuka obrolan diantara kita karna aku mau kamu yg sadar lebih dulu. Tapi ternyata kamu lebih memilih 'melupakan' masalah dibanding ' menyelesaikan'

Aku akan bertahan semampuku.
Aku akan bertahan melebihi rasa syg ku.
Karna aku tau, memulai yg baru itu lebih melelahkan.
Yg utama, karna aku tau melepaskanmu lebih sulit dari bertahan pada posisi ini. Walau aku merasa tak dianggap seperti ini.

Aku akan pergi setelah aku yakin aku harus pergi.

Maaf. Kali ini aku egois untuk kesekian kali.
Tapi ini hatiku. Aku butuh menumbuhkan hati baru untuk melepasmu. Hati yang bersih tanpa kenanganmu.
Setidaknya setengahnya.

Eventhough my heart was hurting, My heart always know: I always love you biem.☺😔

Jumat, 29 Juli 2016

Ma prince maybe?

He's the wonderfull boy I've ever meet. The patient boy in my life. He's so amazing in my eyes. He can be like my father, who always keep me. He can be like my best friend, who listen my story; eventhough I know he's really boring. He can be like my mother,who always attention me. He can be like my brother, who always be with me. He can be my love, who always love me every second, every time, every day. He is my everything for now. Cause the boy like him is imposible to find. He is the patient boy, cool boy, wise boy, ah my god; he want that I call him 'man'. Not a boy. Oke, he is mu man. Hahahha. Ofcourse! Man. Cause he is 17years old. And i wanna to tell you i really really love him i really really love abiem wahyu pradana. Omygod. Does he know how big my love for him? Ahhhh I hope he is the man like I think. Aamiin

::(

Hmm, jd gini ya namanya caper.
Rasanya pengen di perhatiin mulu. Tapi syg dianya salah tangkep.
Gue jg baru sadar selama ini gue cuma mau di perhatiin. Pengen di khawatirin sm dia. Dia cuek ternyata. Ternyata temennya emang lebih asik lebih penting buat dia. Dia bukan cowo inisiatif. Bukan sama sekali. Dan gue cewek gengsian. Makanya jdnya jatohnya gua caper gt sm dia. Tp dia bukan cowo yg peka 
sedih 

Kamis, 14 Juli 2016

Kangen

Semestaaaaa. Terbuat dari apasih dia?
Kenapa dia sanggup membuat aku merasa kangen gini?
Makhluk yg sangat luar biasa cipataan Kau ini. 

Tanteee, ngidam apa sih tant waktu hamil dia?
Kenapa dia begitu mampu buat aku terpesona?

Kenapa dia mampu menumbuhkan kangen?
Setiap lekukan sabit di wajahnya mampu buat aku kebayang setiap malam
Setiap canda tawanya mampu membuatku tertawa sendiri di kamar
Setiap wajah manjanya mampu membuat ku merasa geregetan walaupun itu hanya bayangan

Semesta sedang apaa dia?
Apa dia merasa rindu yg sama?
Apa dia memikirkan aku?
Apa dia menginginkan aku  saat ini juga, segimana aku ingin dia saat ini juga?

Semestaaaaaa aku rindu diaaaaa
Apa langit tak bisa perlihatkan rinduku padanya?

Tolong jaga dia semesta. Dimanapu. Dan kapanpun. Agar saat bertemuku tak ada yg  satuhalpun yang hilang dari wajahnya. Terutama lekukan sabit pada wajahnya. Aku mohon.

Aku sangat menyayanginya semesta. Aku sangat merindukannya saat ini. Rindu akan canda tawa dan gelak tawanyaa.

-awp