Kamis, 04 Agustus 2016

:)

Bukan seberapa lama dia jd milik ku. Bukan juga seberapa banyak waktu yg udh kita laluin.
Ini soal hati.
Bagaimanapun juga, dia yg selama ini bisa berada dihatiku. Dia yg selama ini selalu buat aku tertawa; bahkan menangis.
Itu wajar.
Cinta butuh perasaan.

Kadang, aku merasa tak di anggap keberadaannya.
Kau tau? Rasanya tak di anggap penting, padahal kamu selalu memprioritaskan dia.
Kau tau? Rasanya di sepelekan?
Kau tau? Aku tak pernah menyepelekanmu, cintamu, bahkan hal hal kecil tentang mu?

Kau yg tak paham atau aku yg berlebihan?

Lalu, setelah perasaanku sakit, aku harus apa? Melepaskanmu?
Tidak segampang itu sayang.
Atau tetap bertahan pada komitmen kita?
Aku gak bisa jalani komitmen dengan begini.

Buat apa aku bertahan kalau memang aku bukan org penting dalam hidupmu?

Aku paham. Kau akan mudah melupakanku. Tapi aku gak begitu.

Kau tau rasanya? Saat masih ada komitmen, tapi bertemupun kau tak melihatku. Aku tau itu saat kita sedang bertengkar. Dan aku bisa membayangkan gimana yg akan terjadi saat kita pisah.

Kau tau? Saat bertengkar, aku inginsekali, kau segera menyelesaikannya. Aku yakin km sudah dewasa sekarang. Pemikiranmu jauh lebih dewasa dari aku. Tapi, sadarkah kamu? Saat bertengkar, aku hanya ingin kamu segera menyelesaikannya bukan menghindar.

Kalau aku gak mencoba bicarakan masalahnya, apa yg akan kamu lakukan?
Apa kamu mau terus terusan begini? Bertemu seperti tak kenal. Pulang tanpa pamit. Tak ada obrolan apapun seharian, padahal kita bertemu.
Kau tau? Saat kau bilang tak ingin bercanda disekolah? Apa ada hati yg kamu jaga? Padahal dulunya kamu yg bilang iri melihat org pacaran. Siapa hati yg kau jaga? Lalu bagaiman dgn hatiku? Kau tau sakitnya seperti apa saat itu? Apa posisiku di hidupmu?
Hanya sekedar seorang disaat kamu bosen?
Aku bukan cewe yg kamu bisa perlakuin seperti ini.

Aku lelah.

Kamu tau? Tujuanku tak membuka obrolan diantara kita karna aku mau kamu yg sadar lebih dulu. Tapi ternyata kamu lebih memilih 'melupakan' masalah dibanding ' menyelesaikan'

Aku akan bertahan semampuku.
Aku akan bertahan melebihi rasa syg ku.
Karna aku tau, memulai yg baru itu lebih melelahkan.
Yg utama, karna aku tau melepaskanmu lebih sulit dari bertahan pada posisi ini. Walau aku merasa tak dianggap seperti ini.

Aku akan pergi setelah aku yakin aku harus pergi.

Maaf. Kali ini aku egois untuk kesekian kali.
Tapi ini hatiku. Aku butuh menumbuhkan hati baru untuk melepasmu. Hati yang bersih tanpa kenanganmu.
Setidaknya setengahnya.

Eventhough my heart was hurting, My heart always know: I always love you biem.☺😔

Tidak ada komentar:

Posting Komentar